Selasa, 11 November 2014

Seandainya aku tak pernah membuka pintu itu

Seandainya pintu itu tak pernah aku buka..

Selama ini aku menjalani kehidupanku dengan membuka satu pintu, satu pintu dimana didalamnya terdapat banyak hal yang membuatku bahagia, sedih, senang, marah, benci dan semua rasa berada didalamnya. Pintu itu selalu terbuka lebar dan sampai sekarang belum aku tutup. Waktu itu sempat aku berniat untuk menutupnya karena terlalu memberatkanku, tapi aku bertahan untuk tetap membiarkannya terbuka. 

Hingga kemudian saat aku berjalan di sebuah lorong aku menemukan pintu baru, tapi setelah aku lihat kembali sepertinya aku sangat mengenalnya. Yah, ternyata benar aku pernah melihat pintu itu beberapa waktu yang lalu, namun saat itu aku hanya melihat saja dan tak pernah aku buka karena aku sudah membuka satu pintu lain. Aturannya adalah aku hanya boleh membuka satu pintu saja.

Namun pintu misterius itu selalu menggodaku untuk membukanya, seolah-olah selalu ada bisikan yang menyuruhku untuk membuka pintu tersebut. Aku mempunya prinsip, aku tidak akan membuka pintu baru selama aku masih membuka pintu yang lain. Tapi namanya juga manusia, keyakinan pun bisa goyah. Dengan langkah kecil aku membuka pintu tersebut dengan agak sedikit paksaan dari bisikan tadi.

Pintu itu aku buka sedikit demi sedikit, aku sangat terkejut, mataku berbinar-binar saat melihat isi pintu tersebut. Mengagumkan! 

“Inilah yang selama ini aku cari! Kenapa baru sekarang aku membuka pintu ini? Harusnya dari dulu aku membukanya!” ungkapku.

Karena semua keinginanku ada di pintu tersebut, aku terlena, aku terbuai dan membuatku dilema. Hingga akhirnya aku mulai berpikir, apakah aku harus menutup pintu lama dan membuka pintu ini saja? Bukankah pintu yang ini lebih menyenangkan daripada pintu yang lama? Akhirnya aku pun menutup sedikit pada pintu lama itu, dan bersenang-senang di dalam pintu baruku. Isi pintu baruku sangat mengagumkan dan aku benar-benar nyaman berada disini, tidak seperti di pintu lamaku yang membosankan. 
---
Hingga suatu ketika, aku menemukan jarum dan paku pada sudut pintu baruku, aku bertanya-tanya mengapa ada barang-barang tajam di pintu yang mengagumkan ini? Aku hampir tak percaya, kemudian aku meninggalkan barang-barang tadi dan bergegas keluar pintu. Karena rasa penasaranku yang amat kuat, aku pun masuk ke pintu baru tadi dan “awww!!” jarum dan paku tadi langsung mengenaiku saat aku membuka pintu. Sangat menyakitkan. Aku langsung mengutuk pintu itu dengan cacian dan makian. Aku tak menyangka, pintu yang mengagumkan itu malah lebih menyakitkan daripada pintu lamaku. 

Aku hendak mengunci pintu baru tersebut tapi celakanya aku tak sengaja menghilangkan kunci pintu itu. Pintu itu masih terbuka, aku tak bisa menutupnya dengan rapat, aku panik. Pintu itu masih terbuka sampai sekarang, dan setiap kali aku melewatinya, masih tersisa rasa sakit akibat kejadian itu. Begitu seterusnya.

"Apakah ini karma karena aku telah menyalahi aturan?" tanyaku.

Kemudian aku kembali membuka pintu lamaku, pintu lama yang aku biarkan usang dan tak pernah aku masuki selama aku terbuai dengan pintu baru tersebut. Aku merasa bersalah, seharusnya aku tak pernah membuka pintu baru itu karena ternyata sangat menyakitkan setelah mengetahui semuanya. Aku sangat menyesal dan berjanji tidak akan membuka pintu lain lagi.

Aku berharap dapat menemukan kunci yang bisa menutup pintu baru itu dengan rapat, kemudian aku membuang kuncinya agar aku tak bisa membukanya lagi. Tapi untuk saat ini, aku masih belum menemukan kuncinya.

Dapatkah kau membantuku untuk menemukannya? Aku mohon.

Petunjuk : pintu, jarum dan paku hanyalah sebuah perumpaan. ada yang bisa mencerna ceritaku ini? apa maksudnya? silahkan tulis di kolom komentar :)

6 Comments
Komentar

6 comments:

Hafiyan Nafan mengatakan...

drpd nyari kunci yg telah hilang entah kmn, mendingan coba buka pintu2 yg baru yg mgkn lebih baik
yg berlalu biarlah menjadi warna-warni kehidupan, keep calm and trust ur self

#halah ngomong opo toh hahaha

RUNA 'Fahrunnisa' mengatakan...

hahaha haloo iyaaan, punya blog to? follow aku lahh :D

Hafiyan Nafan mengatakan...

ni blog dah lama gk keurus :D

udah ku follow run, follback jg hehe

Taufik Adnan Harahap (Opik) mengatakan...

sama aja kayak kamu lagi di taman, dan lagi nyari bunga yg waahh, pas kamu udah nemuin bunga yg kamu suka, ada aja yang bisikin di hati kalau pasti ada yg lebih baik dari bunga itu. dan berkebetulan tanpa sengaja kamu liat dari jauh kayak ada bunga yg lebih bagus tuh, pas kamu samperin ehh ternyata, bunganya emang bagus tapi sayang batang ny ada ulat nya, gak kayak bunga yg pertama kamu temuin. The meaning is kehidupan yg awalnya kamu jalanin dgn orang" yg udah lama kenal sama kamu udah kerasa membosankan, dan kamu mulai lari dari keadaan lamamu untuk nyari ruang lingkup yg baru, saat yg baru udah dapat awalnya sih bahagia, tapi lama kelamaan, ehh orang" yg ada disana plus keadaannya nusuk kamu dari belakang. Cussss, dan mulai menyesal, kenapa untuk dapat yg lebih baik harus ninggalin dan ngelupain yg lama.. Sip, gimana cocok gak?? haha

RUNA 'Fahrunnisa' mengatakan...

nahhhh!!! thats right!
haha
perumpamaan lain, dengan inti cerita yang sama. sip sip

Taufik Adnan Harahap (Opik) mengatakan...

haha, follow blog aku juga yaa..

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×