Kamis, 13 Februari 2014

Review Film THE TOWER - masihkah ada yang mau berkorban?

Judul : The Tower
Tahun rilis : 2012
Genre : disaster, drama


Film ini ceritanya tentang sebuah gedung yang namanya "tower sky", yang tinggal disana orang yang high class gitu deh. Suatu malem, gedung itu ngadain pesta natal, biar suasana natalnya tambah meriah panitia nyiapin helikopter yang nantinya akan menebarkan salju - saljuan gitu. Nah pas helikopternya itu muter-muter buat naburin salju, tiba - tiba helikopternya hilang kendali gitu. Akhirnya helikopter itu nabrak towernya dan terjadi kebakaran di tower tersebut. 

Pemadam kebakaran pun turun tangan, mereka berusaha untuk menyelamatkan para korban dan memadamkan api. regu pemadam kebakran ini di pimpin oleh seorang kapten, harusnya malam itu kapten tersebut merayakan natal sama istrinya, tapi karena jiwa sosial dan kemanusiannya tinggi, akhirnya dia pun ikut dalam rombongan penyelamat.

tower sky kebakaran
di film ini juga ada tokoh manajer keamanan gedung, dia disini juga ikut menyelamatkan para korban, didalam gedung itu juga ada anaknya, anaknya hampir aja meninggal pas nyebrang di suatu jembatan penghubung gedung, tapi untungnya selamat. pada kasus ini, tim pemadam, tim gedung dan walikota ikut andil untuk memecahkan masalah ini. berbagai cara mereka gunakan untuk menyelamatkan semua korban, hingga pada akhirnya ada solusi yaitu meledakkan gedung, katanya sih untuk meminimalisir kerusakan atau apa gitu. tapi didalam gedung tersebut masih ada beberapa orang yang masih hidup, akhirnya mereka mencari jalan keluar dengan dibantu petugas kebakaran. 

Solusinya, Mereka keluar melalui saluran air di bawah gedung yang nantinya akan di alirkan ke sungai Han. Nah, agar mereka bisa hanyut ke sungai Han, beberapa tanki harus diledakkan. Petugas kebakaran pun segera menuju tanki yang dimaksud dan memasang peledak. tapi sayang banget, alat pemicu ledakkan yang dibawa oleh kapten tadi jatuh pas dia nyelamatin orang lain. Terpaksa... peledak tersebut harus di nyalakan secara MANUAL. 

Sang kapten pun bersedia untuk menyalakan peledak tersebut secara manual, resikonya adalah dia mati setelah memencet tombol peledaknya. Akhirnya, dia pun memencet tombol pada peledak dan BOOOOOOM, tanki meledak dan orang - orang yang berada di saluran air tersebut hanyut kesungai Han, dan sesampainya disana, sudah ada regu penyelamat.

Pengorbanannya yang bikin salut, dia rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain. Dia contoh pemimpin yang bertanggung jawab, keselamatan orang lain adalah tanggung jawabnya, walaupun ia harus mengorbankan dirinya sendiri. Hmmm, semoga kita bisa mencontoh sang kapten tadi ya hehe.

sang kapten :)

Filmnya lumayan, menurut aku udah bagus sih orang asia bikin film yang tema-nya disaster gini, kalo hollywood kan udah biasa ya bikin kaya ginian. Tapi bikinan korea ini bagus juga kok, apalagi dibumbui sama "drama" yang you know lah... korea emang pinter banget bikin cerita yang nyentuh hati hehe. 

oke, sekian dari akuu :))

0 Comments
Komentar

0 comments:

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×