Kamis, 12 September 2013

Rain, I Miss You


Minggu, 21 Juni, gerimis.

Langit mendadak gelap. Aku menunggumu sudah 2 jam, kau tak lekas datang menemuiku, apakah kau melupakan janjimu? Hari ini adalah pertemuan pertamaku denganmu. Kita membuat janji akan bertemu di taman kota pukul 5 sore, untuk yang pertama kali. Sekali lagi aku tegaskan.

Ah, aku ingat pertama kali kita berjumpa di dunia maya, kau terlihat lugu dengan bahasamu yang sangat formal dan seperti sedang berkenalan dengan pejabat saja. Aku tertawa kecil sambil memandang barisan kalimatmu di layar obrolanku. Kau mengirimiku pesan, waktu itu kau memintaku untuk membantumu menulis puisi. Puisi cinta untuk tugas kuliah sastra-nya. Kau orang yang pendiam, tapi lama - kelamaan kau pun menunjukkan sifat aslimu, sangat menyenangkan.

Sudah berbulan - bulan kita saling berkomunikasi, walaupun hanya melalui dunia maya. Ya, kita memang terpaut jarak yang sangat jauh, aku di Indonesia dan kau di Inggris. Sebenarnya ia orang Indonesia, namun ia sedang menempuh studinya di negeri sepak bola itu. Sempat aku membayangkan, seperti apakah kau sebenarnya? seperti apa suaramu? apakah kau menyenangkan seperti di dunia maya? Bayanganku melayang jauh, selalu memikirkanmu dan selalu berharap suatu saat kau akan kembali ke Indonesia dan menemuiku. Suatu saat.

Masih minggu, 21 Juni, dan masih gerimis.

Dua jam telah berlalu, kau tak segera menampakkan wajahmu. Aku terus menunggumu walaupun saat ini sedang gerimis. Aku sangat ingin bertemu denganmu, berbicara denganmu, bercanda denganmu dan masih banyak lain yang ingin kulakukan saat pertama kali bertemu denganmu. Beberapa menit kemudian, terlihat sosok pria dengan kemeja merah datang menghampiriku, saat itu aku sedang membaca pesan terakhir dari mu,

" Tunggu aku di taman itu, aku akan menemuimu sebentar lagi"

Kau datang dengan menyunggingkan senyum, dan memanggil namaku. Akhirnya kau datang juga, ucapku dalam hati. Kami pun saling bersalaman dan tak lama kemudian kita mulai berbicara banyak hal. Aku senang akhirnya kita bisa bertemu di dunia nyata, aku senang akhirnya bisa mendengar suaramu, dan terlebih lagi.. aku senang melihat kau menyunggingkan senyum manismu yang tak akan aku lupakan itu. Menyejukkan hati.

Minggu, 21 Juni, pukul 7 malam, Akhirnya hujan deras.

Sejak saat itu, aku selalu merindukan hujan, dan yang pasti.. aku juga merindukanmu..

Flash fiction nulisbuku.com, #FF2in1
Tema : "officially  missing you"

2 Comments
Komentar

2 comments:

Haris Purnama Putra mengatakan...

kereeen tulisannya~

Asha Deborah mengatakan...

diksinya keren kak, tapi kok gada konfliknya kak? jadinya kurang berkesan :) terus menulis ya kak!

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×