Rabu, 17 Juli 2013

ke-tidak sengaja-an yang manis


Apakah kau ingat? Saat pertama kali kita bertemu?

Saat aku berjalan menyusuri lorong kampus, kemudian kita bertemu secara tidak sengaja. Saat itu kau melihatku namun sayang sekali aku tak sempat menatap wajahmu. Saat itu, kita masih belum mengenal satu sama lain. Beberapa jam kemudian, kau mengirimiku wall di facebook dan kau mengatakan bahwa kau baru saja melihatku. Hei, kenapa dia bisa mengenaliku? Ternyata waktu itu dia hanya asal menebak saja, dan ternyata tebakannya benar.

Setelah pertemuan yang tidak sengaja itu, kau mulai menghubungiku setiap waktu, aku tak tahu kenapa ke-tidak sengaja-an itu bisa mendekatkan kita? Aku dan kamu saling bertukar pikiran, bersenda gurau, menyemangati satu sama lain dan masih banyak lagi. Hari demi hari aku lewati bersamamu, dan waktu itu status kita masih ‘teman’. Aku merasa nyaman sekali denganmu, walaupun kita jarang bertemu, jarang mengobrol secara langsung dan tidak pernah menatap satu sama lain. Ya, kita hanya berkomunikasi lewat handphone dan internet.

Bulan demi bulan kita masih menjalani hubungan tak jelas ini, hingga pada akhirnya kau menampakkan sesuatu yang membuatku bertanya – Tanya. Kau mulai sering mengirimkan kata – kata manis, rayuan kecil dan sangat berbeda dengan biasanya. Hei, apakah kau menyukaiku?

Aku hanya bisa diam, tak berani menanyakan kepadamu. Aku takut, aku takut  dugaanku salah dan akhirnya kau menjauhiku. Untuk sementara, aku memendam rasa penasaranku itu dan terus menjalani hubungan ‘tak jelas’ seperti biasanya. Semakin lama, dia semakin menampakkan rasa itu lagi, Ya tuhan, apakah dia benar – benar menyukaiku? Jika benar, mengapa dia tak memberitahuku? Apakah dia malu? Ataukah dia tidak menyukaiku?

Beberapa hari kemudian, kau mengajakku untuk bertemu di depan kelas. Itu adalah pertama kalinya kau mengajakku bertemu. Jantungku berdegup kencang, aku takut, aku takut dengan semua bayanganku. Dengan langkah kecil, aku menemuinya di depan kelas, kau melempar senyum kepadaku, dan aku pun begitu. Dia memulai percakapannya pertama kali, aku sangat senang bisa berbicara dengannya secara langsung. Kami membahas sesuatu yang menarik dan kita sempat tertawa bersama. Hingga pada akhirnya, dia mengeluarkan kalimat yang membuatku tercengang.

“ Aku, ingin mengatakan sesuatu. Sesuatu yang selama ini aku rasakan padamu”

Aku terdiam sejenak dan kemudian menyilahkan dia meneruskan ucapannya

“ aku menyayangimu, aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku. Aku ingin bersamamu di kehidupan nyata, bukan hanya di dunia maya, maukah kau menjadi kekasihku?”

Ya tuhan, aku terkejut mendengar ucapannya, dan dengan tersenyum, aku menjawabnya,

“ Ya, aku mau menjadi bagian hidupmu, aku harap ini selamanya”

sungguh ke-tidak sengaja-an yang manis

-end-


6 Comments
Komentar

6 comments:

Angga Zulika Ramadhani mengatakan...

paragraf 1 : itu di kala lagi "ehem" nya banget ya, wkwk

semoga menang lombanya.

RUNA 'Fahrunnisa' mengatakan...

hah ehem banget :""

vina devina mengatakan...

kata - katanya dalam amat

ricky mengatakan...

haha nice story !

toko penjual ace maxs mengatakan...

asik di bacanya

obat gondok mengatakan...

ending nya bagus

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×