Rabu, 26 Juni 2013

Musik, Komponen Radio, dan Aku

MUSIK, apa yang terlintas dipikiran kalian setelah mendengar kata itu ?

Bagiku, musik itu seperti radio tape. Pernahkah kalian melihat radio tape? Pada umumnya, radio tape terdiri dari antena, tombol power, pengatur tuning, fasilitas rekam dan beberapa komponen lain. Mungkin kalian bertanya – Tanya, apa hubungannya musik dengan komponen – komponen tersebut ?
Penasaran ? ayook kita bahas satu persatu!

Musik itu seperti antena radio
Kalian tahu antena, kan ?
Yap! Antena digunakan untuk menerima dan memancarkan gelombang radio dari bentuk energi listrik ke bentuk gelombang elektromagnetik melalui udara bebas. Kita sering menggerakkan antena ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang untuk menemukan suara jernih dari suatu saluran radio. Sama halnya dengan musik, musik merupakan penentu baik dan buruknya mood, Itu menurutku. Jika musik yang kita dengar tidak begitu bagus, maka mood yang didapat oleh pendengar tidak terlalu bagus. Namun, jika musik yang kita dengar itu bagus dan nyaman di telinga, maka otomatis si pendengar akan memperoleh mood yang bagus juga. Musik yang asyik itu adalah musik yang dapat memperbaiki mood kita. Contohnya saja, mood-ku selalu bagus jika mendengarkan musik dengan beat yang cepat, terkadang beat yang cepat itu bisa mengurangi perasaan buruk kita. Tempo yang cepat, secara perlahan akan menghilangkan aura - aura negatif yang membuat mood kalian rusak dan merubahnya menjadi suatu mood yang bagus. Sebut saja, music R n’ B, hiphop dan masih banyak lagi.  Kesimpulannya, musik itu adalah antena penggerak mood.


Musik itu seperti tombol power radio
Kalian pasti tahu apa itu tombol power. Tombol tersebut digunakan untuk menyalakan dan mematikan suatu alat, kali ini untuk radio. Hubungannya dengan musik apa ? jika tombol power pada radio digunakan untuk menyalakan dan mematikan radio, maka musik dapat menyalakan maupun mematikan semangat. Kenapa bisa begitu? Tentu saja, misalkan kita sedang bersedih kemudian ada seseorang menyalakan musik dengan tempo rendah dan sangat mellow atau istilah gaulnya adalah “galau”, maka otomatis orang tersebut akan semakin sedih dan tidak ada semangat sekali, bahkan kesedihannya pun akan bertambah ketika mendengarnya.

Beda lagi jika ada seseorang memutar musik dengan beat cepat dan lagu yang riang, Bisa saja orang yang sedang bersedih tadi sedikit demi sedikit akan menghilangkan kesedihannya karena telah dibangkitkan dengan musik penyemangat tadi. Dan musik yang asyik itu adalah musik yang dapat membangkitkan semangat kita dan bisa menghilangkan kesedihan kita. Biasanya, jika aku sedang patah semangat dan putus asa untuk suatu hal, aku selalu memutar musik dari DJ David Guetta. Entah kenapa musiknya selalu bisa membuatku semangat lagi. Kesimpulannya, musik adalah tombol power semangat.

Musik itu seperti tuning radio
Dimanapun kalian melihat radio tape, kalian pasti akan menemukan tuning. Tuning digunakan untuk mengatur frekuensi radio yang akan kita dengarkan. Misalkan saja, frekuensi radio A adalah 101.3 FM maka kita harus memutar tuning tepat di angka 101.3 FM. Jika tidak tepat dengan angka 101.3 FM tadi, maka suara yang dihasilkan tidak bagus dan tidak jernih. Sama halnya dengan musik, musik itu seperti tuning, kita harus mencari musik yang pas untuk menyesuaikan mood kita. Untuk mempertahankan mood, kita harus mendengarkan musik yang sesuai dengan mood kita saat itu. Jika kita sedang gembira, kita mendengarkan musik dengan tema riang dan beat yang lumayan cepat agar mood bagus kita tidak hilang. Jika mood kita sedang buruk, coba arahkan juga musik kalian ke musik yang lebih bersemangat dan up beat. Seperti halnya tuning radio, kita selalu mencari frekuensi yang tepat untuk mendapatkan kualitas suara yang maksimal, mood kita juga seperti itu, carilah musik yang tepat agar mendapatkan mood yang maksimal. Kesimpulannya, musik itu adalah tuning penyesuai mood.


Music itu seperti tombol rekam di radio tape
Biasanya, di radio tape terdapat tombol yang digunakan untuk merekam saluran radio atau merekam suara kalian. Nah, sama halnya dengan musik. Musik itu seperti tombol untuk merekam kejadian, kenangan atau hal apa saja yang pernah kita alami. Terkadang kita bisa ingat dengan kenangan, entah itu pahit atau manis hanya dengan mendengarkan musik tertentu. Misalkan, saat  itu adalah pertama kali kau melihat seseorang yang kau cintai di sebuah kafe, dan kafe tersebut kebetulan sedang memutar lagu RAN – Pandangan Pertama. Lagu tersebut seakan – akan sudah terkunci dan terekam di otak kalian, bahwa lagu itu mengingatkan saat pertama kali kau melihatnya. Contoh lain adalah ketika kau patah hati, dimana seseorang yang engkau cintai itu pergi meninggalkanmu, dan saat itu terdengar lagu melow yang lirik lagunya sama persis dengan apa yang baru saja kau alami. Pasti dikemudian hari, ketika kau mendengar lagu tersebut lagi, otomatis kau akan mengingat kejadian pahit itu lagi. Yah, kenangan memang tidak bisa hilang begitu saja,  tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menlupakannya. Namun, itu hanyalah kenangan, cukuplah dikenang dan jangan kau ungkit di masa depan.
Kesimpulannya, musik adalah tombol perekam kenangan

Musik itu adalah bahasa universal, semua orang dapat memahami sesuatu hanya melalui jenis musik saja. Musik dapat mepengaruhi mood, membangkitkan semangat, mematahkan semangat, merekam kenangan dan masih banyak lagi. Entahlah, kita sepertinya tidak bisa lepas dari yang namanya musik, musik seperti sudah tertanam dalam diri kita sejak kecil sampai kita beranjak dewasa. Bagaimana tidak ? pasti waktu kecil, kita telah didengarkan beberapa musik oleh orangtua kita, kan? Kita sering dinyanyikan lagu nina bobo untuk pengantar tidur, dinyanyikan lagu selamat ulang tahun saat kita berulang tahun dan masih banyak lagi.

Seketika aku langsung ingat, bagaimana cara ibuku saat menyanyikan lagu nina bobo untukku sewaktu aku masih kecil, suaranya merdu dan bisa membuatku tertidur dengan nyenyak. Ah, aku rindu masa kecilku, aku rindu dinyanyikan itu setiap malam. Saat ini aku sudah beranjak dewasa, dan tepat hari ini, umurku sudah menginjak kepala dua. Ya, 26 Juni adalah hari ulang tahunku, bertepatan dengan deadline lomba “music yang asyik” ini. Dan jika tulisan ini menang dalam lomba ini, mungkin ini adalah kado ulang tahun ke - 20 tahunku  dari hasil kerja kerasku.

Terimakasih sudah membaca, dan cintailah musikmu!

Artikel ini di ikut sertakan di lomba blog music competition 


alhamdulillah artikelku ini dapet hadiah hiburan, lumayanlah hehehe :

6 Comments
Komentar

6 comments:

Sikonyols Blog mengatakan...

Musik itu penting deh !

sukses sama lombanya yow

RUNA 'Fahrunnisa' mengatakan...

makasih yaa :))

alaika abdullah mengatakan...

Selamat pagi sahabat, trimakasih sudah berpartisipasi di dalam lomba menulis blog “Musik Yang Asyik” ya.
Sukses selalu untukmu dan kita semua. Juri visited. Saleum.

RUNA 'Fahrunnisa' mengatakan...

makasih kujungannya juri alaika, semoga aku berhasil :)

Helmi Rafi mengatakan...

musik mampu memberikan energi pada perassaan diri ya mba :)
*barubuka wkwk

asmari mengatakan...

musik itu media yang membuat kita bisa tertawa, menangis dan fokus

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×