Sabtu, 18 Agustus 2012

Mawar untuk Diana (part 1)


Disebuah universitas ternama , terdapat seorang gadis cantik berjilbab bernama Diana , dia adalah seorang mahasiswi jurusan teknik kimia dikampusnya, dan menjadi mahasiswi teladan selama 3 semester berturut – turut. Dia juga sangat rajin dalam hal ibadah dan tidak terlalu terobsesi dengan kehidupan duniawi. Dia terlahir di keluarga yang sangat sederhana,  Ayahnya adalah seorang tukang ojek dan ibunya adalah penjaga warung kelontong kecil miliknya, dia bisa kuliah dengan mengandalkan beasiswa dari universitas . Diana merupakan sosok yang ramah dan santun terhadap para dosen , teman, dan staff di kampusnya sehingga dia banyak disenangi dan sering dijadikan contoh oleh teman – temannya untuk senantiasa berbuat kebaikan .

Suatu hari, kampus di jurusannya kedatangan seorang laki – laki seumuran Diana menemui ketua jurusan teknik dan ternyata ia adalah anak dari ketua jurusan tersebut, Andi namanya . Andi baru saja di DO dari universitas sebelumnya karena ketahuan sering balap liar dan mabuk-mabukan, lalu ayahnyapun terpaksa membawa anaknya tersebut ke kampus dimana ia bekerja agar ia bisa memantau kelakuan anaknya dari dekat. Andi adalah seorang yang sangat keras kepala, sulit diatur , dan jarang  beribadah. Hingga pada akhirnya, ayahnya menemui Diana dan meminta bantuan padanya untuk membantu andi belajar, beribadah dan merubahnya menjadi seseorang yang lebih baik, meski agak berat namun akhirnya Diana setuju untuk membantu ketua jurusan untuk membimbing andi menjadi orang yang lebih baik .




Di sebuah kelas, andi dan Diana dipertemukan karena kebetulan waktu itu mereka memiliki jadwal mata kuliah yang sama. Dengan sopan, Diana mendekati andi ,

“assalamualaikum, kamu andi kan ?” sapa Diana sambil tersenyum
“iyaa gue Andi , ada urusan apa loo ?” jawab andi dengan ketus
“ maaf, kemarin ayah kamu menyuruhku untuk membimbingmu belajar dan beribadah” jawab Diana dengan kepala mununduk
“ bokap gue tu berlebihan banget ya, gue udah gede ngapain nyewa baby sitter kaya’ loe buat membimbing gue? “ ujar andi sambil melotot
“ aku hanya membantu ayahmu saja, ini amanah dan aku udah janji sama ayah kamu untuk membantumu dalam belajar dan beribadah” jawab Diana terbata-terbata.

Andi pun meninggalkan Diana dan keluar dari kelas , tak henti – hentinya Diana mengucapkan “astagfirullahaladzim” namun Diana tetap kuat demi menjaga amanah yang diberikan ketua jurusan untuknya. Saat istirahat, Diana bertemu dengan Andi sedang merokok dengan seorang teman lelakinya. Dia menegur andi dan mengingatkannya bahwa sudah saatnya salat dzuhur namun Andi mengabaikannya dan tetap merokok sambil mengobrol dengan temannya tersebut. Diana pun meninggalkan mereka dan pergi ke mushola untuk salat dzuhur, Diana tidak habis pikir kenapa ada orang yang keras kepala seperti itu apalagi meninggalkan ibadah.

Pada suatu malam, ayahnya Andi menelepon Diana untuk menanyakan kemajuan anaknya , Diana bingung mengatakan apa padahal Andi belum bisa diajak bekerja sama . Dia pun mengatakan kepada ayahnya bahwa sebentar lagi Andi akan menjadi anak yang baik. Kemudian Diana melanjutkan mengerjakan tugas tadi siang, beberapa saat kemudian handphonenya berbunyi dan ada nomer tidak dikenal meneleponnya , Diana segera mengangkat telepon tersebut .

“assalamualaikum, dengan Diana disini, ini siapa yaa ? “ kata Diana halus
“ gue andi nih , gue minta bantuan bikinin tugas pratikum kimia tadi dong , gue lagi ada urusan nih” jawaw andi
“ kamu lagi dimana ? tapi tugasku belum selesai “ ujar Diana
“alaah gausah banyak alesan, katanya loe pembimbing gue , gapapa dong kalo ada tugas loe aja yang bikin” kata andi kasar
“ yaudah deh, tapi sekali ini saja ya “ jawab Diana pasrah
“ liat aja ntar deh “ jawab andi dan segera menutup teleponnya .

Astagfirullahaladzim , Diana mengelus dadanya berkali – kali kenapa ia dipertemukan dengan sosok seperti Andi, namun dia mencoba untuk tetap bersabar dan segera meyelesaikan tugasnya kemudian membuatkannya untuk Andi .
Keesokan harinya , Andi menemui Diana di kantin dan meminta tugas praktikum yang telah dibuat oleh Diana dan setelah mendapatkannya , andi segera meninggalkan Diana tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali. Saat berjalan menuju kelasnya, Diana bertemu dengan ayah andi dan menanyakan kemajuan Andi.

“ bagaimana andi ? apakah sudah ada perubahan ? “ Tanya ayah andi
“ maaf pak, ini lagi proses butuh waktu untuk ini “ jawab Diana sambil menyunggingkan senyum
“ oh , kalau begitu tolong jangan lelah untuk membantunya bangkit nak, saya sudah gak sanggup lagi menghadapi anak itu” ujar ayah andi dengan muka agak sedih .
“ insyaallah pak, bapak yang sabar ya suatu saat nanti ia akan menjadi anak yang lebih baik lagi” jawab Diana sambil berpamitan meninggalkan ayah andi .

Di suatu siang, Diana bertemu dengan Andi dikelas pratikum kimia dan kebetulan mereka satu kelompok dalam mengerjakan pratikum. Mulai saat itu Diana menyusun strategi untuk memberi pelajaran kepada Andi agar tidak tergantung padanya lagi. Saat pratikum menguji zat makanan , Diana meninggalkan andi sendiri di meja praktikum selama 30 menit dengan alasan Diana sedang sakit perut . Andi hanya bisa diam sambil memainkan pinset dan beberapa sampel makanan dan tidak melakukan praktikum apa-apa , hingga pada akhirnya dosen datang menghampiri meja Andi dan memarahinya. Andi berusaha menyangkalnya namun tetap saja dosen tersebut memarahinya dan memberikan surat peringatan padanya lalu menyuruh andi untuk tetap melakukan praktikum tanpa Diana .

Setelah praktikum usai, Diana kembali ke meja tadi dan mendapat tatapan tajam dari Andi , Andi membentak Diana berkali – kali, Diana hanya tersenyum dan berkata :

“ jika kamu terus menggantungkan diri pada orang lain, kamu gak bakal bisa percaya diri , buktinya tanpa aku kamu bisa kan mengerjakan praktikum ? yaah walaupun hasilnya berantakan “ ujar Diana sambil tertawa kecil
“ loe tu yaa , ternyata bisa juga ngerjain orang “ kata andi sambil mencubit pipi Diana

Saat mencubit pipi Diana, mata andi berhenti sejenak dan menatap mata Diana dalam - dalam . setelah beberapa detik Diana pun mengucapkan “astagfirullah” dan pergi meninggalkan andi . dalam hati , Andi berkata :

“ matanya cantik banget , udah lama gue ketemu terus sama dia baru kali ini aku sadar kalo ternyata matanya cantik dan baru kali ini gue ngliat dia ketawa “ Andi tersadar dari lamunannya dan segera pergi meninggalkan tempat pratikum .

Saat adzan dzuhur berkumandang , saat itu juga Andi pergi ke mushola kampus untuk pertama kalinya , dan ia pun bertemu dengan Diana lagi , mereka pun saling senyum dan Diana mengajak Andi untuk salat dzuhur berjamaah bersama teman – temannya . Diana agak terkejut melihat perubahan andi, sekarang andi sudah mulai berubah sedikit demi sedikit, dan setelah salat dzuhur Andi mengajak Diana untuk makan siang di kantin dan Diana pun menurutinya. Mereka mengobrol cukup lama , membicarakan kuliah , ibadah dan sesekali mereka saling bercanda.

Tiba – tiba buku yang dibaca Diana tadi terkena tetesan merah , Andi melihat tetesan tersebut dan ternyata itu adalah darah Diana yang menetes dari hidungnya . Andi panic dan menanyakan pada Diana :

“ na , loe kenapa ? sakit ? “ Tanya Andi
“ ohh aku gak kenapa- kenapa kok, mungkin aku Cuma kecapekan aja “ jawab Diana sambil tersenyum .

dan....
tunggu kelanjutannya di part 2 yaa :)
keep reading hehe :D

4 Comments
Komentar

4 comments:

Yoko mengatakan...

Oke, aku tebak, ntar pasti andi jadian sama diana? iya kan? ah, biasa run. bikin lanjutannya yang beda dong

R.U.N.A mengatakan...

haha liat aja nanti yaaa ~

Bahrumsyah Bila Sahil mengatakan...

kenapa Andi marahnya cuma nyubit pipinya? Andi yang berkesan sangar gitu biasanya cuma marah dan ngomel-ngomel, berasa aneh tiba-tiba nyubit, kan Andi ga kaya anak kecil

Kitaro Collent mengatakan...

mantap kak

dress untuk tubuh mungil

Posting Komentar

Haloo pembaca setia Cerita Runa, terimakasih atas waktunya telah membaca blog Runa. Buat yang pengen kasih masukan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar ini, dimohon memakai bahasa yang sopan yaa hehe.

Salam Cerita Runa :)

Fanpage Cerita Runa
×