Minggu, 15 September 2013

Dibalik Musibah Dul, Versi Gue


helooo guys, ketemu lagi nih sama cerita runa yang super kece abis, kalian apa kabar? Betewe, udah move on dari mantan belom? *langsung dilemparin jumrah.

Okeh, kali ini aku bakal bahas serba serbi dan hikmah dari kejadian yang baru aja menimpa si dul. Bukan si doel anak betawi loh ya, tapi si dul anaknya ahmad dhani yang baru berumur 13 taun. Yaps, pasti udah pada tau kan kalo si dul itu mengalami kecelakaan maut di tol jagorawi, dan denger- denger sih dia abis nganterin pacarnya gitu abis malem mingguan kalo gak salah, but.. malem mingguan mereka kali ini berubah menjadi bencana. Dul, kamu itu itu masih kecil, umur 13. kenapa kamu bisa gitu sih? Kenapa bisa udah punya pacar? Aku aja belom #lhaTrus?

Dul masih umur anak sekolahan yang terbilang masih cukup imut, dia itu seumuran sama adekku yang masih kelas 3 SMP. FYI, adekku yg itu kalo mau naik motor aja kudu ngumpet ngumpet dari emak. Kenapa? Karena kata emak, umur segitu emang jangan naik motor di jalan umum dulu. Secara, emak itu sayang banget sama anak – anaknya, jadi dia nglarang demi kebaikan anak mereka. Sweet kan emak gue.

Back to si dul,

Pertanggung-jawaban ahmad dhani

Korban dari kecelakaan ini adalah 7 orang tewas dan lainnya luka luka, dan 7 orang yang tewas itu rata – rata adalah tulang punggung keluarganya. Kasian. Tapi Ahmad Dhani bilang kalo dia bakal membiayai sekolah anak – anak yatim tersebut, gak tau deh berapa anak tapi untungnya ahmad dhani mau bertanggung jawab dan mau membiayai sekolah mereka. Dan kabarnya lagi, dia mau mendirikan sebuah yayasan atau apaa gitu namanya “AQJ” isinya itu buat penggalangan dana buat anak yatim gitu (kebetulan aku tadi nonton di infotainment). Menurutku, ahmad dhani cukup bertanggung jawab juga ya, apa lagi dia dan beberapa rekannya ikut melayat ke rumah korban, menjenguk korban luka, dan menemui keluarga korban.

Ahmad dhani udah punya niatan baik, dia mau bertanggung jawab atas kesalahan anaknya. Mungkin beberapa orang ada gregetan sama ahmad dhani, terlebih lagi emak – emak, mungkin gini ilustrasinya..

“ si dhani itu gimana sih, punya anak kok gak di urusin”..
“ si dhani itu gimana sih, anaknya masih ingusan aja udah dikasih mobil”

Dan mungkin masih banyak lagi kicauan emak – emak diluar sana. Betewe beberapa hari ini pas aku naik angkutan umum, pasti ada ibu – ibu yang lagi ngrumpi soal dul dan tentang sikap orang tuanya yang mungkin kurang menjaga dul dan masih banyak lagi yang mereka cerca. Plis buk, hentikan, kupingku panas. *kemudian kupingku keluar asap.

Kamis, 12 September 2013

Rain, I Miss You


Minggu, 21 Juni, gerimis.

Langit mendadak gelap. Aku menunggumu sudah 2 jam, kau tak lekas datang menemuiku, apakah kau melupakan janjimu? Hari ini adalah pertemuan pertamaku denganmu. Kita membuat janji akan bertemu di taman kota pukul 5 sore, untuk yang pertama kali. Sekali lagi aku tegaskan.

Ah, aku ingat pertama kali kita berjumpa di dunia maya, kau terlihat lugu dengan bahasamu yang sangat formal dan seperti sedang berkenalan dengan pejabat saja. Aku tertawa kecil sambil memandang barisan kalimatmu di layar obrolanku. Kau mengirimiku pesan, waktu itu kau memintaku untuk membantumu menulis puisi. Puisi cinta untuk tugas kuliah sastra-nya. Kau orang yang pendiam, tapi lama - kelamaan kau pun menunjukkan sifat aslimu, sangat menyenangkan.

Sudah berbulan - bulan kita saling berkomunikasi, walaupun hanya melalui dunia maya. Ya, kita memang terpaut jarak yang sangat jauh, aku di Indonesia dan kau di Inggris. Sebenarnya ia orang Indonesia, namun ia sedang menempuh studinya di negeri sepak bola itu. Sempat aku membayangkan, seperti apakah kau sebenarnya? seperti apa suaramu? apakah kau menyenangkan seperti di dunia maya? Bayanganku melayang jauh, selalu memikirkanmu dan selalu berharap suatu saat kau akan kembali ke Indonesia dan menemuiku. Suatu saat.

Masih minggu, 21 Juni, dan masih gerimis.

Dua jam telah berlalu, kau tak segera menampakkan wajahmu. Aku terus menunggumu walaupun saat ini sedang gerimis. Aku sangat ingin bertemu denganmu, berbicara denganmu, bercanda denganmu dan masih banyak lain yang ingin kulakukan saat pertama kali bertemu denganmu. Beberapa menit kemudian, terlihat sosok pria dengan kemeja merah datang menghampiriku, saat itu aku sedang membaca pesan terakhir dari mu,

" Tunggu aku di taman itu, aku akan menemuimu sebentar lagi"

Kau datang dengan menyunggingkan senyum, dan memanggil namaku. Akhirnya kau datang juga, ucapku dalam hati. Kami pun saling bersalaman dan tak lama kemudian kita mulai berbicara banyak hal. Aku senang akhirnya kita bisa bertemu di dunia nyata, aku senang akhirnya bisa mendengar suaramu, dan terlebih lagi.. aku senang melihat kau menyunggingkan senyum manismu yang tak akan aku lupakan itu. Menyejukkan hati.

Minggu, 21 Juni, pukul 7 malam, Akhirnya hujan deras.

Sejak saat itu, aku selalu merindukan hujan, dan yang pasti.. aku juga merindukanmu..

Flash fiction nulisbuku.com, #FF2in1
Tema : "officially  missing you"

Fanpage Cerita Runa
×